Baterai Lithium Besi Fosfat Menguasai 70% Pasar

Baterai Lithium Besi Fosfat Menguasai 70% Pasar

Aliansi Inovasi Industri Baterai Daya Otomotif China (“Aliansi Baterai”) telah merilis data yang menunjukkan bahwa pada Februari 2023, volume instalasi baterai daya di China mencapai 21,9 GWh, meningkat 60,4% YoY dan 36,0% MoM. Baterai ternary terpasang sebesar 6,7 GWh, yang mewakili 30,6% dari total kapasitas terpasang, meningkat 15,0% YoY dan 23,7% MoM. Baterai lithium besi fosfat terpasang sebesar 15,2 GWh, yang mewakili 69,3% dari total kapasitas terpasang, meningkat 95,3% YoY dan 42,2% MoM.

Dari data di atas, kita dapat melihat bahwa proporsilitium besi fosfatSecara keseluruhan, pangsa pasar baterai lithium besi fosfat yang terpasang mendekati 70%. Tren lainnya adalah, baik secara tahunan (YoY) maupun bulanan (MoM), tingkat pertumbuhan instalasi baterai lithium besi fosfat jauh lebih cepat daripada baterai ternary. Berdasarkan tren ini, pangsa pasar baterai lithium besi fosfat dari basis terpasang akan segera melebihi 70%!

Hyundai sedang mempertimbangkan penggunaan baterai lithium-besi fosfat Ningde Time untuk generasi kedua Kia RayEV, yang akan menjadi peluncuran Hyundai pertama kendaraan listrik dengan baterai lithium-besi fosfat. Ini bukan kerja sama pertama antara Hyundai dan Ningde Time, karena Hyundai sebelumnya telah memperkenalkan baterai lithium ternary yang diproduksi oleh CATL. Namun, hanya sel baterai yang diimpor dari CATL, sedangkan modul dan pengemasannya dilakukan di Korea Selatan.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa Hyundai juga akan memperkenalkan teknologi “Cell To Pack” (CTP) dari CATL untuk mengatasi kepadatan energi yang rendah. Dengan menyederhanakan struktur modul, teknologi ini dapat meningkatkan pemanfaatan volume paket baterai sebesar 20% hingga 30%, mengurangi jumlah komponen sebesar 40%, dan meningkatkan efisiensi produksi sebesar 50%.

Hyundai Motor Group menempati posisi ketiga di dunia setelah Toyota dan Volkswagen dengan total penjualan global sekitar 6.848.200 unit pada tahun 2022. Di pasar Eropa, Hyundai Motor Group menjual 106,1 juta unit, menempati peringkat keempat dengan pangsa pasar 9,40%, menjadikannya perusahaan mobil dengan pertumbuhan tercepat.

Hyundai Motor Group menempati posisi ketiga di dunia setelah Toyota dan Volkswagen dengan total penjualan global sekitar 6.848.200 unit pada tahun 2022. Di pasar Eropa, Hyundai Motor Group menjual 106,1 juta unit, menempati peringkat keempat dengan pangsa pasar 9,40%, menjadikannya perusahaan mobil dengan pertumbuhan tercepat.

Di bidang elektrifikasi, Hyundai Motor Group telah meluncurkan IONIQ (Enikon) 5, IONIQ6, Kia EV6, dan kendaraan listrik murni lainnya yang berbasis pada E-GMP, sebuah platform khusus untuk kendaraan listrik murni. Patut disebutkan bahwa Hyundai IONIQ5 tidak hanya terpilih sebagai “Mobil Terbaik Dunia 2022”, tetapi juga “Mobil Listrik Terbaik Dunia 2022” dan “Desain Mobil Terbaik Dunia 2022”. Model IONIQ5 dan IONIQ6 akan terjual lebih dari 100.000 unit di seluruh dunia pada tahun 2022.

Baterai lithium besi fosfat sedang mendunia.

Ya, memang benar bahwa banyak perusahaan mobil sudah menggunakan atau mempertimbangkan penggunaan baterai lithium besi fosfat. Selain Hyundai dan Stellantis, General Motors juga menjajaki kemungkinan penggunaan baterai lithium besi fosfat untuk mengurangi biaya¹. Toyota di Tiongkok telah menggunakan baterai blade lithium besi fosfat BYD di beberapa mobil listriknya¹. Awal tahun 2022, Volkswagen, BMW, Ford, Renault, Daimler, dan banyak perusahaan mobil arus utama internasional lainnya telah secara jelas mengintegrasikan baterai lithium besi fosfat ke dalam model entry-level mereka.

Perusahaan baterai juga berinvestasi dalam baterai lithium besi fosfat. Misalnya, perusahaan rintisan baterai AS, Our Next Energy, mengumumkan bahwa mereka akan memulai produksi baterai lithium besi fosfat di Michigan. Perusahaan akan melanjutkan ekspansinya setelah pabrik barunya senilai $1,6 miliar mulai beroperasi tahun depan; pada tahun 2027, mereka berencana untuk menyediakan baterai lithium besi fosfat yang cukup untuk 200.000 kendaraan listrik.

Kore Power, perusahaan rintisan baterai AS lainnya, memperkirakan permintaan baterai lithium besi fosfat akan tumbuh di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut berencana untuk membangun dua jalur perakitan di pabrik yang akan dibangun di Arizona pada akhir tahun 2024, satu untuk produksi baterai ternary, yang saat ini menjadi arus utama di Amerika Serikat, dan yang lainnya untuk produksi baterai lithium besi fosfat¹.

Pada bulan Februari, Ningde Times dan Ford Motor mencapai kesepakatan. Ford akan menyumbangkan $3,5 miliar untuk membangun pabrik baterai baru di Michigan, Amerika Serikat, terutama untuk memproduksi baterai litium besi fosfat.

LG New Energy baru-baru ini mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut sedang meningkatkan pengembangan baterai lithium besi fosfat untuk kendaraan listrik. Tujuannya adalah untuk membuat kinerja baterai lithium besi fosfatnya lebih baik daripada pesaingnya dari Tiongkok, yaitu, kepadatan energi baterai ini lebih tinggi 20% daripada baterai C untuk memberikan daya yang lebih besar pada baterai Tesla Model 3.

Selain itu, sumber-sumber mengatakan SK On juga bekerja sama dengan perusahaan bahan baku litium besi fosfat Tiongkok untuk membangun kapasitas produksi litium besi fosfat di pasar luar negeri.

 

 

 

 


Waktu posting: 09 Mei 2023